ADDRESS
Jakarta, Indonesia
CONTACT
admin@performance.id
PENYUSUNAN INFORMASI KINERJA
Menyusun informasi kinerja yang sesuai dengan logic model pada suatu entitas dapat dilakukan dengan beberapa cara, dua diantaranya disajikan melalui
tabel dan diagram di bawah ini.
Panduan lebih detil dalam menyusun informasi kinerja dapat mengikuti tahapan dan mekansme yang dapat dilihat pandua penyusunan informasi kinerja.
Disamping tahapan sebagaimana di atas, penyusunan informasi kinerja dapat pula menggunakan mekanisme Doview System seperti diilustrasikan di bawah ini.
Cara kerja penyusunan informasi kinerja menurut cara kedua di atas adalah sebagai berikut:
1.
Himpun berbagai pemikiran atau pendapat mengenai fungsi organisasi anda
2.
Tuangkan mengenai satu pokok pikiran diantaranya kedalam satu kotak
3.
Tuangkan pokok pikiran lainnnya kedalam kotak yang lain dengan catatan:
o
Letakkan kotak kedua disebelah kanan kotak pertama apabila pokok pikiran kedua tersebut bermakna dampak/akibat dari kotak pertama
o
Letakkan pokok pikiran pada kotak kedua di sebelah kiri kotak pertama apabila kotak kedua tersebut menyebabkan terjadinya kotak pertama
o
Letakkan pokok pikiran pada kotak kedua di bawah kotak pertama apabila kotak kedua tersebut bukan merupakan dampak atau penyebab dari kotak
pertama
4.
Lakukan langkah 3 secara terus menerus sampai seluruh pokok pikiran/pendapat tertuang habis
5.
Apabila seluruhnya selesai, maka akan terbentuk suatu informasi hubungan sebab-akibat “jika……., maka……”
6.
Identifikasi mana yang masuk kategori input, aktivitas, output, atau outcome sesuai dengan pengertian logic model.
7.
Lakukan penyesuaian apabila diperlukan.
MEKANISME PENYUSUNAN
FORMAT DOKUMEN
Format dokumen yang menampung informasi kinerja yang telah disusun adalah seperti di bawah ini. Format tersebut sama untuk setiap tingkatan dalam suatu
organisasi, yang membedakan adalah konten informasi kinerjanya yang sesuai dengan fungsi masing-masing organisasi.
KETERKAITAN INFORMASI KINERJA ANTAR TINGKATAN
Penyusunan informasi kinerja pada tingkatan yang lebih rendah dalam suatu organisasi dipengaruhi oleh tipe pendelegasian fungsi pada organisasi tersebut.
Dilihat dari prespektif arsitektur logic model, pada dasarnya terdapat tiga tipe fungsi pendelegasian fungsi pada suatu organisasi:
1.
Pendelegasian fungsi berdasarkan pengelolaan input
2.
Pendelegasian fungsi berdasarkan proses produksi
3.
Pendelegasian fungsi berdasarkan output, dimana variasi pendelegasian berdasarkan produk ini bisa didasarkan pada:
o
Jenis produk
o
customer
o
wilayah
Dalam prakteknya, suatu organisasi mengatur pendelegasian fungsinya berdasarkan kombinasi atas berbagai tipe di atas. Gambaran atas berbagai tipe
pendelegasian fungsi di atas tergambar dalam bagan di bawah ini.
Pendelegasian Fungsi Berdasarkan Input
Pendelegasian Fungsi Berdasarkan Proses
Pendelegasian Fungsi Berdasarkan Output
Berdasarkan Jenis Produk
Berdasarkan Wilayah
Berdasarkan Customer
Keterkaitan informasi kinerja antar tingkatan sebagaimana tipe pendelegasian fungsi di atas adalah sebagai berikut:
1.
Pendelegasian fungsi berdasarkan pengelolaan input, output dari organisasi A, B, dan C merupakan input bagi organisasi induknya
2.
Pendelegasian fungsi berdasarkan proses produksi, output dari organisasi A, B, dan C bukanlah output dari organisasi induknya
3.
Pendelegasian fungsi berdasarkan output, output dari organisasi A, B, dan C pada dasarnya output dari organisasi induknya. Output pada organisasi
induknya merupakan agregat dari output pada organisasi dibawahnya.